Tradisi Ziarah Kubur: Tata Cara dan Manfaatnya

Tradisi ziarah kubur adalah salah satu kegiatan keagamaan yang sangat populer di Indonesia. Terutama di kalangan warga Nahdlatul Ulama yang sangat menjaga kelestarian tradisi ini dari turun-temurun. Ziarah kubur melibatkan kunjungan para peziarah ke makam keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia, termasuk para tokoh, ulama dan wali.

Selain sekadar mengunjungi, peziarah juga membacakan kalimat thoyyibah dan aneka macam dzikir serta surat dan ayat suci al-Quran. Bacaan untuk ziarah kubur biasanya dimulai dengan doa khususon.

Tata Cara Ziarah Kubur

Untuk berziarah, banyak versi cara yang dilakukan peziarah. Namun umumnya urutan tata cara ziarah kubur di Indonesia yang biasa ditemui adalah:

  1. Mengucapkan salam kepada ahli kubur atau membaca doa memasuki kuburan dengan berdiri
  2. Duduk menghadap ahli kubur/sebelah baratnya makam (kontek di indonesia menghadap timur)
  3. Membaca doa khususon, urutannya kepada Nabi, Ahli bait, Sahabat, Waliyullah, Ulama-ulama kemudian nama ahli kubur dan diakhiri semua muslimin dan muslimat yang sudah meninggal
  4. Setelah khususon kemudian berkirim hadiah fatihah, dengan ucapan lahul fatihah atau lahumul fatihah.
  5. Secara berurutan membaca surat al ikhlas tiga kali, al falaq, an nas, fatihah kemudian al Baqarah ayat 1-5
  6. Membaca ayat kursi, tasbih dan tahlil.
  7. Membaca shalawat kepada Nabi
  8. Peziarah berpindah posisi menghadap ke kiblat/barat (sebelah timurnya makam) untuk berdoa
  9. Doa kepada ahli kubur. Isinya memohonkan ampunan dan memberikan pahala bacaan kepada yang disebut dalam doa khususon sebelumnya.
  10. Mengucapkan salam ke ahli kubur.

Dalam prosesi ziarah ini, tidak ada aturan baku terhadap dzikir dan surat Alquran apa yang dibaca. Namun beberpa ulama membuat semacam panduan ziarah ini untuk komunitasnya masing-masing.

Demikian juga dalam hal doa yang memiliki jenis dan macam yang berbeda. Ada doa ziarah kubur pendek ada juga yang panjang dan terkesan lengkap. Namun secara formula, doa ini dapat berisi: hamdalah, shalawat, tawasul, permohonan maghfiroh/ampunan, doa sapu jagat dan ditutup dengan sholawat dan hamdalah lagi.

Doa Khususon

Doa khususon adalah rangkain ucapan yang bertujuan mengkhususkan doa yang hendak dibaca. Jika mengunjungi makam orang tua, peziarah membaca doa ziarah kubur orang tua. Ini layaknya menandai atau memberi alamat doa.

Istilah doa khususon juga dikenal dengan hadlroh (ila hadroti…). atau kadang disebut bacaan tawassul ziarah kubur. Semua istilah ini merujuk aktifitas yang sama

Nyekar ke Makam

tradisi ziarah kubur dan nyekar ke makam
Tradisi Ziarah Kubur dan Nyekar

Selain berdoa untuk ahli kubur, peziarah juga terkadang membersihkan area kuburan dan ada beberapa diantaranya menyiramkan air dan meletakkan bunga segar di atas makam. Kegiatan ini biasa disebut nyekar.

Waktu Ziarah Kubur

Waktu berziarah kubur tidak ada ketentuan bakunya. Namun ziarah dan nyekar makam biasanya dilakukan secara rutin, baik tiap minggu dalam hari Kamis-Jumat (biasanya dilakukan sore hari bakda ashar) atau bahkan setiap tahun saat menjelang bulan Ramadhan, menjelang hari raya Idulfitri atau setelah shalat ied di hari Idulfitri.

Nyekar sebagai tradisi termasuk amalan bulan Ramdahan dan menjelang Idulfitri. Karena sifatnya tahunan, tradisi nyekar biasanya lebih ramai dari pada ziarah kubur di hari-hari biasa.

Asal Tradisi Ziarah Kubur

Tradisi ini dijaga dengan baik sebab memiliki beberapa manfaat yang didapat dari tradisi ziarah kubur. Meskipun pada era awal kenabian, para nabi melarang ziarah kubur karena keimanan umat masih lemah, namun kemudian waktu larangan ziarah kubur dicabut oleh Rasul. Umat Islam diizinkan untuk berziarah guna mendoakan ahli kubur.

Manfaat Ziarah Kubur

Manfaat ziarah kubur terlihat dari beberapa hal, diantaranya adalah:

Pertama-tama, tradisi ziarah kubur dapat membuat ahli kubur dan tetangga kuburnya merasa bahagia. Meski jasad sudah menyatu dengan tanah, namun roh masih ada di alamnya. Dengan kehadiran para peziarah di makam, ahli kubur merasa dihormati dan tetangganya ikut merasa senang. Kunjungan ke makam bukan sekadar mengunjungi, tetapi juga membawa doa, permohonan ampunan, serta shodaqoh.

Kedua, tradisi ziarah kubur membawa manfaat bagi ahli kubur sendiri. Ahli kubur tidak membutuhkan harta benda lagi, tetapi memerlukan doa dan permohonan ampunan dari para peziarah. Amal kebaikan yang dihasilkan dari shodaqoh jariyah yang dikhususkan untuk ahli kubur juga dapat meringankan siksa kuburnya. Selain itu, bacaan fatihah, al ikhlas, mu’awidzatain, ayat kursi dan kalimat tasbih menjadi penolong ahli kubur di alam kubur dan hari kiamat kelak.

Ketiga, ziarah kubur membawa manfaat bagi para pengirim doa. Bacaan shalawat di depan makam dapat mengangkat siksa kubur bagi ahli kubur dan memperoleh ganjaran dari Allah. Selain itu, air yang disiramkan ke tanah makam akan meredam hawa panas akibat siksa kubur dan memberikan sensasi kesegaran bagi ahli kubur. Bunga dan dedaunan, yang diletakkan di atas makam, juga memperoleh ampunan bagi ahli kubur selama bunga dan dedaunan itu belum kering.

Tradisi iarah kubur merupakan tradisi yang sangat dihargai dan lestari di Indonesia. Tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi karena tidak memiliki sisi negatif atau kerugian apapun.

Selain sebagai cara untuk mengirim doa, ziarah kubur juga memberikan manfaat bagi para peziarah dan ahli kubur. Oleh karena itu, mari kita jaga dan lestarikan tradisi ziarah kubur ini agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya.

Penutup

Ziarah kubur dalam konteks Indonesia adalah hanya sebuah tradisi, tidak lebih. Karena sifatnya tradisi maka tidak selayaknya diperdebatkan dengan perdebatan hukum ziarah kubur yang kontra produktif. Jika tradisi ini ingin dikaji, maka selayaknya menggunakan metode pendekatan tradisi atau ilmu antropologi.

Pro-kontra tentang ziarah kubur tidak akan pernah ada habisnya. Jika anda mau, silahkan berziarah. Jika anda tidak setuju, ya jangan lakukan dan tidak elok jika sampai mengklaim berlebihan tradisi tersebut. Toh pada akhirnya kita semua akan menempati tempat yang diperdebatkan itu; innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Wallahu a’lam.