Tradisi Yasinan di NU – Melembagakan Bacaan Yasin

Surat Yasin memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam, dan di kalangan jamaah Nahdlatul Ulama (NU), tradisi yasinan setelah kematian sangat dijunjung tinggi. Artikel ini menjelaskan keutamaan Surat Yasin, tata cara membacanya dalam sakaratul maut, dan tradisi yasinan yang dijaga kelestariannya untuk melembagakan nilai agama dan sosial dalam bermasyarakat.

Surat Yasin adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri dalam Islam. Tradisi membaca Surat Yasin, yang sering disebut sebagai “Yasinan,” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Islam, khususnya di kalangan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.

Tradisi Yasinan di NU tidak hanya dilakukan di rumah atau tempat umum, lebih dari itu, tidak jarang tradisi ini dilaksanakan di makam. Di maqbaroh, mereka bersama-sama membaca

Keutamaan Surat Yasin

Surat Yasin memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW telah mengungkapkan bahwa Allah SWT membaca Surat Yasin dan Surat Taha sebelum menciptakan langit dan bumi, dengan jarak waktu dua ribu tahun. Malaikat-malaikat pun bersaksikan betapa istimewanya Surat ini. Keutamaan ini menjadikan Surat Yasin sebagai pilihan utama dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Membaca Surat Yasin dalam Sakaratul Maut

Salah satu momen penting dalam kehidupan seseorang adalah ketika dia menghadapi sakaratul maut, yaitu saat-saat menjelang kematian. Rasulullah SAW menganjurkan agar Surat Yasin dibacakan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Ketika Surat Yasin dibacakan, malaikat turun dalam jumlah sesuai dengan huruf-huruf dalam Surat tersebut. Malaikat-malaikat ini memohonkan ampun bagi orang yang sedang menghadapi kematian, dan jika orang itu meninggal, mereka akan mengiringi jenazahnya hingga ke tempat pemakaman.

Keistimewaan Yasin

Selain itu, Surat Yasin juga dianggap sebagai “hati” dari Al-Quran. Membaca Surat Yasin satu kali setara dengan membaca seluruh Al-Quran sepuluh kali. Para ulama juga menambahkan bahwa membaca Surat Yasin pada sore hari akan memberikan perlindungan kepada pembaca dan keluarganya dari musibah hingga waktu subuh tiba.

Tradisi Yasinan di NU

Di kalangan jamaah Nahdlatul Ulama, tradisi yasinan setelah kematian sangat dijaga. Bagi mereka yang telah kehilangan kedua orangtuanya, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengunjungi makam orang tua setiap Jumat dan membacakan Surat Yasin.

Dalam hadis, Rasulullah SAW menyatakan bahwa dosa orang tua akan diampuni jika Surat Yasin dibacakan di sana.

Yasinan dan Ziarah Kubur

Dalam kitab I’anatuttholibin, terdapat kutipan-kutipan hadis yang menjelaskan tentang membaca Yasin dan ziarah kubur. Berikut ini adalah teks lengkap beserta terjemahannya:

فَقَدْ رَوَى الْحَاكِمُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهُمَا فِي كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، وَكَانَ بَارًّا بِوَالِدَيْهِ

“Barang siapa yang mengunjungi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jumat sekali, Allah akan mengampuni dosanya, dan dia akan dianggap berbakti kepada kedua orang tuanya.”

وَفِي رِوَايَةٍ مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلَّ جُمُعَةٍ أَوْ أَحَدِهُمَا  فَقَرَأَ عِنْدَهُ يَس وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمَ، غَفَرَ لَهُ بِعَدَدِ ذَلِكَ آيَةً أَوْ حَرْفًا

“Dalam satu riwayat, barang siapa yang mengunjungi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap Jumat dan membaca Surat Yasin, Allah akan mengampuni dosanya sebanyak jumlah ayat atau huruf dalam Surat Yasin”

وَفِي رِوَايَةٍ: مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدِهُمَا كَأَنَّهُ حَاجَّةً

“Dalam riwayat lain, barang siapa yang mengunjungi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka, itu sama seperti dia telah melakukan haji.”

Meskipun kutipan tersebut menjelaskan tentang anak yang melakukan ziarah ke makam dan mendoakan orang tua yang telah meninggal dengan membaca Surat Yasin, beserta manfaat yang terkandung di dalamnya, tindakan semacam ini kemudian menjadi tradisi yang lebih umum dan meluas dengan tradisi Yasinan ala NU.

Penutup

Surat Yasin memiliki keutamaan dan keistimewaan yang sangat penting dalam Islam. Tradisi membacanya secara berjamaah atau bersama-sama adalah bentuk upaya sosial-keagamaan yang patut diapresiasi dan dikenal dengan sebutan Yasinan.

Meskipun memang dimungkinkan untuk membaca Surat Yasin secara pribadi, melibatkan orang lain dalam proses ini memiliki potensi untuk mendapatkan pahala yang lebih besar dan menjadikan doa kita lebih mungkin dikabulkan. Ini sejalan dengan ajaran Islam tentang tolong-menolong dan berkumpul dalam kebaikan. Kita juga diajarkan untuk meminta doa dari orang lain, karena kita tidak tahu siapa yang memiliki doa yang terkabul di sisi Allah.