Di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berkembang, semakin banyak perempuan yang mengambil langkah berani untuk mendukung keuangan keluarga mereka. Salah satu solusi yang populer adalah dengan memulai usaha dari rumah, sembari menjalankan peran mereka sebagai ibu. Berkat kemajuan teknologi digital, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI), pelaku UMKM perempuan kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka dengan lebih baik. Mereka tidak hanya terfokus pada penjualan offline, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mengelola usaha dengan lebih efisien melalui platform digital. Cerita inspiratif ini terlihat pada perjalanan dua pelaku UMKM perempuan, yaitu Efa Fauziah dengan usahanya Mie Aceh 769 Pijay dan Rohani Sembiring yang dikenal dengan Risoles Mbak Any.
Perjalanan Efa Fauziah: Dari Krisis ke Kesuksesan
Efa Fauziah mengalami banyak tantangan dalam perjalanannya. Dia terdampak gempa Pidie Jaya di Aceh pada tahun 2016, yang diikuti oleh situasi ekonomi yang sulit. Pada tahun 2019, Efa dan keluarganya memutuskan untuk merantau ke Bogor demi memulai hidup baru. Dengan keahlian memasak yang dimilikinya, Efa mulai merintis usaha Mie Aceh dari sebuah ruko kecil bersama suaminya. “Awalnya, kami menjalankan usaha ini hanya berdua. Suami saya yang memasak, dan saya membantu di depan. Semua pekerjaan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan kami tidak selalu mulus. Pada tahun 2020, kami pindah ke Jakarta untuk mencari peluang baru,” ujarnya.
Setelah mengalami beberapa kendala, Efa tidak menyerah dan kembali merintis usaha dari nol. Sejak bergabung dengan platform digital, penjualannya meningkat pesat. Dari yang awalnya hanya 10-15 porsi per hari, kini mencapai sekitar 150 porsi setiap harinya, dengan 80 persen dari penjualan berasal dari pesanan online. Saat ini, usaha Mie Aceh 769 Pijay telah memiliki dua cabang, menawarkan menu andalan seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme.
Peran AI dalam Mengoptimalkan Bisnis
Bagi Efa, teknologi bukan hanya sekadar alat jualan, tetapi juga berfungsi sebagai “asisten bisnis” yang membantunya dalam pengambilan keputusan. “Dengan GrabMerchant AI Assistant, saya merasa memiliki teman berdiskusi dalam menjalankan usaha ini. Saya bisa menanyakan menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu yang tepat untuk mengadakan promo,” ungkapnya. Melalui fitur berbasis AI ini, pelaku usaha dapat menganalisis tren penjualan, mengetahui menu favorit pelanggan, serta menerima rekomendasi untuk strategi promosi yang efektif.
Selain memanfaatkan fitur digital di GrabMerchant, Efa juga aktif berpartisipasi dalam Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab. Dalam komunitas ini, ia tidak hanya belajar dari para merchant lainnya, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan usaha, pemanfaatan fitur aplikasi, dan cara menangani pelanggan. Efa menganggap komunitas tersebut sebagai ruang belajar yang memperkuat keyakinannya bahwa pelaku usaha perempuan dapat tumbuh bersama, saling mendukung, dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Rohani Sembiring: Dari Jualan Rumahan ke Kesuksesan Ganda
Pengalaman serupa juga dialami oleh Rohani Sembiring, yang lebih dikenal sebagai Mbak Any. Ia memulai usaha risoles dari rumah kontrakan di Jakarta pada saat kondisi ekonomi keluarganya sedang sulit, terutama selama pandemi. Awalnya, ia hanya menerima pesanan kecil dari tetangga sekitar dengan sistem pre-order. Namun, seiring berjalannya waktu, usahanya berkembang pesat setelah terlibat dalam platform digital.
“Terkadang, ada banyak risoles yang tidak terjual. Biasanya, saya membagikannya kepada tetangga atau ke masjid,” kenangnya. Meskipun mengalami kesulitan, semangatnya untuk bertahan tidak pernah padam. “Anak-anak dan dukungan dari suami menjadi motivasi utama saya,” tambahnya. Kini, setelah sekitar enam tahun beroperasi, usaha Risoles Mbak Any telah berkembang hingga memiliki cabang kedua dan mempekerjakan karyawan, bahkan anaknya juga turut membantu setelah pulang sekolah.
Peningkatan Volume Penjualan Berkat Teknologi
Perkembangan usaha Mbak Any sangat terlihat dari peningkatan jumlah pesanan yang diterima. Pada momen tertentu seperti Ramadan, pesanan bisa meningkat hingga dua kali lipat. Saat ini, sekitar 90 persen penjualannya berasal dari pesanan online, sementara sisanya dari pembelian langsung di toko. Ia juga mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mengoptimalkan strategi bisnis yang dijalankan. “Sekarang, saya merasa seperti memiliki teman untuk berdiskusi mengenai bisnis. Jika penjualan menurun, saya bisa mencari tahu strategi apa yang bisa diterapkan,” ujarnya.
Teknologi Sebagai Katalisator Pertumbuhan UMKM
Penerapan teknologi seperti AI kini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan UMKM. Dengan fitur seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat menganalisis data bisnis secara mendalam dan mengambil keputusan yang lebih tepat. “Teknologi adalah salah satu kunci untuk membuka potensi tak terbatas bagi UMKM. Kami percaya bahwa dengan mengadopsi inovasi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengeksplorasi data dan menerapkannya dalam strategi nyata, sehingga membantu merchant memahami dinamika bisnis dan membuat keputusan yang lebih terukur,” ujar Melinda Savitri, Head of Country Marketing & Communications, Grab Indonesia.
Strategi Sukses untuk UMKM Perempuan Berbasis AI
Untuk para pelaku UMKM perempuan yang ingin memanfaatkan teknologi AI dalam usaha mereka, berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Pemanfaatan Platform Digital: Bergabunglah dengan platform digital yang mendukung penjualan online untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
- Analisis Data Penjualan: Gunakan alat analisis untuk memahami tren penjualan dan preferensi pelanggan.
- Komunitas Pendukung: Bergabunglah dengan komunitas pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.
- Pemasaran Digital: Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dan menjangkau audiens yang lebih luas.
- Inovasi Menu: Selalu kembangkan dan inovasi produk untuk menarik minat pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, pelaku UMKM perempuan dapat memaksimalkan potensi usaha mereka, bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan sekalipun. Teknologi, khususnya kecerdasan buatan, memberikan peluang yang tidak terbatas bagi mereka untuk terus tumbuh dan beradaptasi di pasar yang kompetitif.
