Strategi Masyarakat dalam Menekan Angka Kecelakaan Saat Mudik: Suatu Pendekatan Proaktif

Peran serta masyarakat, terutama para pemudik, merupakan elemen vital dalam upaya menekan angka kecelakaan saat musim mudik Lebaran. Faktor manusia adalah penyebab utama dari kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan, menurut Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman).

Peran Aktif Masyarakat dalam Keselamatan Jalan

Mengutip kata-kata Edo Rusyanto, para pemudik harus meningkatkan kesadaran mereka dalam berlalu lintas dengan cara yang minim risiko untuk mengurangi fatalitas kecelakaan di jalan. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Jarak Aman. Rusyanto menekankan bahwa peran serta masyarakat memiliki kontribusi besar dalam menekan kasus dan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan.

Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memahami potensi terjadinya kecelakaan saat berkendara dan menerapkan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan selamat. Dia menyarankan para pemudik untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan menjaga kebugaran dengan beristirahat secara rutin.

Persiapan Mudik yang Aman dan Selamat

Menurut Rusyanto, penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan saat musim mudik Lebaran tahun sebelumnya adalah hasil dari sinergi antara pemangku kepentingan keselamatan jalan dan partisipasi publik. Kesadaran masyarakat akan pentingnya berlalu lintas yang aman dan selamat menjadi faktor penting dalam hal ini.

Mengambil data dari Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun sebelumnya, terjadi penurunan kasus kecelakaan sekitar 31% dan penurunan fatalitas atau korban meninggal dunia sebesar 53%. Data tersebut mencatat ada 3.181 kasus kecelakaan dan mengakibatkan 787 korban jiwa.

Antisipasi Kecelakaan Jalan

Sementara itu, Lilik Andi Baryono, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC), menyatakan bahwa semua usaha akan sia-sia jika telah terjadi kecelakaan. Kecelakaan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga merugikan harta benda, waktu, dan masa depan atau karier.

“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Faktor umum penyebab kecelakaan adalah gagalnya antisipasi saat berkendara,” ujar Lilik. Dia menambahkan bahwa kegagalan dalam mengantisipasi situasi saat mengemudi seringkali disebabkan oleh kelelahan pengemudi. Untuk mengatasi kelelahan, pengemudi harus beristirahat sekitar 15-20 menit setiap 2 jam berkendara. “Selain itu, hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak konsumsi air putih,” tambah Lilik.

Exit mobile version