Ryan Adriandhy Mengapresiasi Kru Film Na Willa Tahan ‘Asam’ untuk Lingkungan Bebas Rokok

Jakarta – Sutradara Ryan Adriandhy memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh kru film Na Willa yang dengan penuh disiplin mengikuti regulasi yang ditetapkan selama proses syuting. Na Willa adalah film drama keluarga terbaru dari Visinema Pictures yang menampilkan sejumlah aktor cilik sebagai pemeran utama. Dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari asap rokok, seluruh kru sepakat untuk memberlakukan larangan merokok di area lokasi syuting, baik untuk rokok konvensional maupun elektronik.
Apresiasi terhadap Kru Film Na Willa
Melalui akun media sosialnya, Ryan Adriandhy mengekspresikan rasa terima kasih dan penghormatannya kepada tim Na Willa yang telah bersedia menahan keinginan untuk merokok. Ia menyampaikan, “Aku sangat berterima kasih kepada semua kru #FilmNaWilla yang dengan penuh pengertian menahan rasa ‘asam’ akibat ketidakhadiran nikotin selama syuting.”
Pujian tersebut tidak hanya ditujukan kepada sikap disiplin kru, tetapi juga kepada komitmen mereka untuk mencari tempat yang jauh dari lokasi syuting jika ingin merokok, atau menunggu hingga sesi pengambilan gambar selesai. “Jika mereka benar-benar ingin merokok, mereka harus berjalan jauh keluar dari set atau menunggu hingga wrap. Love you all!” tutup Ryan dengan nada penuh kasih.
Komitmen untuk Kesehatan Lingkungan Syuting
Ryan Adriandhy sebelumnya juga pernah menekankan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan di lokasi syuting. Kebijakan bebas asap rokok ini telah disepakati sebelum proses produksi dimulai. Kru dan pemain yang memiliki kebiasaan merokok diharapkan untuk tidak melakukannya di area syuting. “Jika ada yang melanggar, kita akan menegur dengan baik. Kami telah sepakat dari awal bahwa tidak ada yang merokok di sini,” ungkap Ryan.
Kebiasaan Unik di Lokasi Syuting Na Willa
Selain menerapkan larangan merokok, proses syuting film Na Willa juga diwarnai oleh kebiasaan unik yang jarang ditemukan di industri perfilman Indonesia. Salah satunya adalah kebijakan tidur siang bagi seluruh kru dan pemain. Mereka diwajibkan untuk tidur siang selama 30 menit setelah jam makan siang. Ryan meyakini bahwa langkah ini sangat efisien untuk menjaga stamina tim. “Na Willa mungkin satu-satunya produksi di Indonesia yang mengharuskan tidur siang setengah jam setelah istirahat makan siang,” jelasnya.
“Seluruh pemain dan kru diharuskan tidur siang selama setengah jam. Ini adalah suatu keharusan,” tambah Ryan. Produser Anggia Kharisma juga menjelaskan bahwa ruang tunggu di lokasi syuting dirancang dengan interior yang ramah anak. Ruangan tersebut dihias sedemikian rupa agar anak-anak merasa nyaman saat menunggu giliran mengambil gambar. “Kami menyediakan tempat tidur kecil agar mereka bisa tidur siang dengan nyaman sambil menunggu giliran syuting,” kata Anggia.
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Na Willa
Film Na Willa mengangkat kisah seorang anak perempuan berusia lima tahun bernama Willa yang menjalani kehidupan sehari-hari di sebuah gang di Surabaya pada tahun 1960-an. Diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo, film ini menampilkan sejumlah aktor berbakat, termasuk Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy. Film ini telah tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia sejak 18 Maret 2026.
Pesan Moral dan Nilai Keluarga
Film Na Willa tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral yang dalam. Kisah ini menggambarkan dinamika kehidupan keluarga dan tantangan yang dihadapi oleh anak kecil dalam lingkungan yang penuh warna. Dengan latar belakang tahun 1960-an, penonton diajak untuk melihat kembali nilai-nilai kekeluargaan dan pentingnya menjaga kesehatan, baik fisik maupun lingkungan.
Peran Kru Film Na Willa dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat
Kru film Na Willa memainkan peran penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat di lokasi syuting. Dengan adanya kebijakan bebas rokok, mereka tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga anak-anak yang terlibat dalam produksi. Komitmen mereka untuk menjaga kesehatan menjadi contoh yang baik bagi industri perfilman Indonesia.
Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan anak-anak di lokasi syuting juga menjadi prioritas. Dengan menyediakan fasilitas yang nyaman dan mendukung, kru memastikan bahwa pengalaman syuting menjadi menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka dapat berakting dengan baik tanpa tekanan yang berlebihan.
Pentingnya Kesehatan Mental dan Fisik
Ryan Adriandhy dan timnya memahami bahwa kesehatan mental dan fisik sangat penting dalam proses kreatif. Dengan memberikan waktu untuk istirahat, mereka berusaha menciptakan suasana yang kondusif bagi setiap anggota tim. Hal ini tidak hanya berdampak pada kualitas produksi, tetapi juga pada hubungan antar anggota tim yang semakin erat.
- Penerapan kebijakan bebas rokok untuk kesehatan tim.
- Kewajiban tidur siang untuk menjaga stamina.
- Ruang tunggu yang nyaman untuk anak-anak.
- Komitmen kru untuk tidak merokok di lokasi syuting.
- Penghargaan terhadap disiplin dan kesehatan lingkungan.
Kesimpulan
Film Na Willa mencerminkan inovasi dan komitmen dalam industri perfilman Indonesia. Dengan menjaga kesehatan dan menciptakan lingkungan yang mendukung, kru film ini menunjukkan bahwa produksi film tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses dan kesejahteraan semua yang terlibat. Melalui inisiatif yang diambil oleh Ryan Adriandhy dan tim, Na Willa menjadi contoh nyata bagaimana industri film dapat berkontribusi pada kesehatan masyarakat.




