Review Yesim eSIM: Pengalaman Menggunakan Internet di 5 Negara Asia Selama Sebulan

Dalam dunia perjalanan, pengalaman menggunakan eSIM yang mendalam dan komprehensif jauh lebih berharga daripada sekadar review singkat berdasarkan satu negara dalam waktu terbatas. Artikel ini menyajikan pengalaman nyata menggunakan Yesim eSIM selama sebulan penuh, mencakup lima negara di Asia: Thailand, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Taiwan. Ini bukanlah ulasan berbayar; melainkan sebuah dokumentasi yang jujur tentang kelebihan dan tantangan yang dihadapi saat menggunakan Yesim sebagai pilihan konektivitas saat bepergian.

Kenapa Memilih Yesim dari Berbagai Pilihan yang Ada

Pilihan eSIM di pasaran sangat banyak, sehingga bisa membingungkan bagi para pelancong. Riset awal mengarahkan saya pada tiga nama besar yang sering dibahas dalam komunitas traveler: Airalo, Holafly, dan Yesim. Saya melakukan uji coba singkat dengan masing-masing dari mereka, membeli paket kecil untuk satu negara, sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan Yesim dalam perjalanan utama saya.

Proses Pembelian dan Aktivasi Yesim

Proses untuk membeli dan mengaktifkan Yesim sangatlah mudah dan efisien. Setelah melakukan pembelian secara online, saya menerima instruksi yang jelas untuk aktivasi, yang membuatnya sangat praktis untuk digunakan di luar negeri. Ketersediaan panduan dalam aplikasi membantu pengguna baru untuk memahami setiap langkah tanpa merasa bingung.

Pengalaman di Thailand (7 Hari, Bangkok dan Chiang Mai)

Setelah mendarat di Suvarnabhumi, saya langsung mengaktifkan jaringan Yesim. Koneksi terhubung dalam waktu singkat, menggunakan jaringan AIS, yang merupakan salah satu operator terbesar di Thailand. Di Bangkok, kecepatan internet sangat memuaskan. Saya dapat menjelajahi BTS Skytrain, berbelanja di mall, dan menikmati makanan di Chatuchak tanpa masalah. Dengan kecepatan unduh rata-rata 35–45 Mbps, streaming video menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Namun, pengalaman saya di Chiang Mai sedikit berbeda. Di pusat kota dan kawasan turis seperti Nimman dan Old City, sinyal tetap kuat. Namun, saat saya menyewa motor dan menjelajah ke Doi Inthanon, sinyal mulai tidak stabil di area pegunungan. Hal ini bukanlah masalah yang spesifik terhadap Yesim, melainkan fenomena umum yang dialami semua operator di daerah tersebut. Dalam tujuh hari di Thailand, saya menghabiskan 3,2 GB data, melebihi estimasi awal saya karena banyaknya unggahan Instagram Reels di malam hari.

Pengalaman di Jepang (10 Hari, Tokyo, Kyoto, Osaka)

Jepang memberikan pengalaman yang paling mengejutkan dan positif. Jaringan di Tokyo, Kyoto, dan Osaka sangat konsisten dan berkualitas tinggi. Di Tokyo, kecepatan unduh dapat mencapai 80–100 Mbps bahkan saat saya sedang dalam perjalanan di kereta JR. Namun, penting untuk dicatat bahwa penggunaan eSIM asing di Jepang tidak mencakup panggilan telepon lokal, sehingga semua komunikasi harus dilakukan melalui aplikasi seperti WhatsApp atau Line. Ini bisa menjadi kendala saat perlu melakukan reservasi restoran, tetapi bagi kebanyakan turis, hal ini tidak menjadi masalah besar.

Di Kyoto, saya mengalami situasi menarik ketika koneksi menjadi lambat di area Fushimi Inari pada akhir pekan. Meskipun kuota data saya masih banyak, kemungkinan besar masalah ini disebabkan oleh overload jaringan akibat banyaknya pengunjung. Setelah merestart ponsel, masalah ini dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Selama 10 hari di Jepang, saya menghabiskan 5,1 GB data, yang sedikit lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan karena banyaknya unduhan peta offline dan pencadangan foto berkualitas tinggi.

Pengalaman di Korea Selatan (5 Hari, Seoul dan Busan)

Seoul memiliki infrastruktur telekomunikasi yang sangat mengesankan. Jaringan 5G tersebar luas, dan kecepatan internet di kota ini menjadi yang tertinggi selama perjalanan saya, dengan kecepatan di atas 150 Mbps di beberapa lokasi. Namun, perlu dicatat bahwa di dalam subway Seoul, terkadang koneksi beralih dari 5G ke LTE, meskipun masih cukup untuk kegiatan seperti navigasi dan chatting.

Di Busan, saya menemukan pengalaman yang serupa, meskipun sedikit lebih lambat dibandingkan Seoul. Meskipun kota ini lebih kecil, infrastruktur komunikasinya tetap sangat baik. Selama lima hari di Korea, saya menghabiskan sekitar 2,8 GB data.

Pengalaman di Vietnam (5 Hari, Hanoi dan Ha Long Bay)

Vietnam merupakan tantangan tersendiri dari lima negara yang saya kunjungi. Bukan karena jaringannya buruk; di Hanoi dan kota-kota lainnya, koneksi cukup stabil. Namun, saat berlayar di Ha Long Bay, yang merupakan destinasi utama, saya menemukan bahwa cakupan jaringan sangat bervariasi. Di atas kapal, sinyal sering kali hanya terhubung ke jaringan 3G, yang tidak memadai untuk keperluan lain selain messaging. Ini bukanlah masalah khusus dari Yesim, melainkan masalah umum yang dihadapi oleh semua eSIM internasional di daerah tersebut akibat keterbatasan infrastruktur.

Saya menyiasati situasi ini dengan mengunduh semua konten yang diperlukan sebelum naik kapal, termasuk peta offline, podcast, dan buku yang sudah tersimpan. Dengan begitu, saya dapat menikmati pemandangan tanpa bergantung pada koneksi. Di Hanoi, koneksi LTE cukup stabil untuk kebutuhan sehari-hari saya. Total pemakaian data saya di Vietnam mencapai 1,4 GB selama lima hari, yang cukup rendah karena banyaknya waktu yang dihabiskan di Ha Long Bay.

Pengalaman di Taiwan (5 Hari, Taipei dan Jiufen)

Taiwan menutup perjalanan ini dengan pengalaman yang menyenangkan. Jaringan di sini sebanding dengan Jepang dan Korea, menawarkan koneksi yang stabil, cepat, dan cakupan yang luas. Kecepatan internet di Taipei cukup konsisten, berkisar antara 50-70 Mbps. Di Jiufen, sebuah desa di pegunungan yang terkenal dengan pemandangan indah, saya terkejut dengan kualitas sinyal yang baik meskipun berada di ketinggian. Selama lima hari di Taiwan, saya menghabiskan 2,1 GB data.

Total Pemakaian dan Evaluasi Paket Yesim

Secara keseluruhan, saya menggunakan sekitar 14,6 GB dari paket 20 GB yang saya beli. Dengan demikian, terdapat kira-kira 5,4 GB sisa saat kembali ke Indonesia. Apakah seharusnya saya memilih paket 15 GB saja? Mungkin, namun dengan selisih harga yang tidak terlalu signifikan, serta ketenangan pikiran bahwa saya tidak akan kehabisan data di hari-hari terakhir, memilih paket 20 GB terasa seperti keputusan yang tepat.

Yang Berjalan Baik dengan Yesim

Aspek yang Perlu Diperbaiki

Untuk pengguna baru yang ingin mencoba Yesim, ada kode promo YESIMPL10A yang memberikan diskon 10% untuk pembelian pertama, cukup untuk menutupi biaya malam pertama di hostel.

Exit mobile version