Presiden Prabowo Minta Doa Ulama: Strategi Berantas Korupsi dan Atasi Kesulitan Negara dalam Konteks Geopolitik Global

Dalam periode penuh tantangan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menyeru para pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk mendukung strategi pemerintah dalam berantas korupsi dan menanggulangi berbagai problematika bangsa. Dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, beliau menekankan pentingnya doa dan dukungan moral dari masyarakat.

Tantangan Geopolitik di Hadapan Indonesia

Prabowo menyoroti bahwa Indonesia saat ini berhadapan dengan kondisi geopolitik yang penuh dinamika dan tidak menentu. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bangsa ini.

Pentingnya Doa dan Dukungan Moral dari Ulama

Dihadapan para ulama dan tokoh masyarakat, Presiden Prabowo secara terbuka memohon dukungan spiritual dan moral. Beliau percaya bahwa dengan dukungan tersebut, Indonesia akan mampu mengatasi semua hambatan dan tantangan yang ada.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kita akan berhasil. Kita akan unggul dan mampu mengatasi semua kesulitan. Kita akan berantas mereka yang selama ini merusak perekonomian kita,” kata Prabowo dengan penuh semangat.

Prabowo juga menekankan bahwa dukungan moral dan spiritual dari masyarakat sangat dibutuhkan agar pemerintahan yang dipimpinnya mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk upaya memberantas korupsi dan melawan pihak-pihak yang merusak ekonomi nasional.

Komitmen Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Keadilan

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus melawan koruptor dan individu-individu yang serakah. Beliau berjanji akan menegakkan kebenaran dan keadilan sesuai dengan mandat yang diberikan padanya sebagai Kepala Negara.

“Kita akan berantas mereka, kita akan hadapi mereka, dan kita akan menjalankan, kita akan tegakkan kebenaran dan keadilan,” ujarnya dengan tegas.

Beliau juga mengajak para ulama dan pemimpin masyarakat untuk bersatu dan bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat. Bagi beliau, memberantas korupsi, penyelewengan, dan praktik-praktik tidak benar merupakan ajaran dari semua agama.

Korupsi dalam Perspektif Agama dan Sejarah

Prabowo menegaskan bahwa korupsi, penyelewengan, dan praktik tidak etis lainnya merupakan hal yang dilarang oleh semua ajaran agama. Menurutnya, pelajaran sejarah juga menunjukkan bahwa negara yang berhasil adalah negara yang mampu membersihkan diri dari korupsi.

“Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” jelas Prabowo.

Presiden Prabowo juga menambahkan, “Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah.”

Seluruh informasi ini diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya dalam peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan yang diselenggarakan di Istana Negara pada Selasa, 10 Maret 2026.

Exit mobile version