— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto menargetkan lembaga pengelola aset negara Danantara Indonesia mampu menyumbang setidaknya 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp800 triliun setiap tahun kepada negara.
— Paragraf 2 —
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam acara peringatan satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu. Ia menjelaskan, angka tersebut dihitung berdasarkan target tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) minimal sebesar 5 persen dari total aset yang dikelola lembaga tersebut.
— Paragraf 3 —
Menurut Prabowo, perusahaan yang dikelola dengan baik umumnya mampu mencatat ROA sekitar 10 persen setiap tahun. Namun untuk tahap awal, Danantara hanya ditargetkan mencapai 5 persen karena lembaga itu masih berada pada fase awal pengelolaan aset negara.
— Paragraf 4 —
“Kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai. Kalau hanya 5 persen ROA, berarti Danantara harus kembalikan ke negara 50 miliar dolar AS tiap tahun, Rp800 triliun,” kata Prabowo.
— Paragraf 5 —
Ia menegaskan, Danantara harus memiliki target jangka panjang untuk pengelolaan aset negara. Ke depannya, Danantara diharapkan bisa memberikan ROA 10 persen hingga 15 persen per tahun.
— Paragraf 6 —
“Saya ingatkan, sasaran masih cukup jauh. Saudara harus bisa memberi return 5 persen minimal kembali ke negara. 50 miliar dolar AS minimal,” imbuhnya.
— Paragraf 7 —
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300 persen.
— Paragraf 8 —
Presiden mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi besar pengelolaan asset BUMN apabila dikelola secara terintegrasi dan profesional.
— Paragraf 9 —
Pembentukan Danantara dinilai sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan berbagai asset negara agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
