Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500/Kg, Prabowo Subianto Tingkatkan Stok Beras Nasional 4 Juta Ton

Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah petani pada angka Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan cadangan beras nasional. Langkah ini juga merupakan bagian dari usaha untuk mempertahankan swasembada pangan di tanah air.
Penerapan Kebijakan HPP Gabah
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa keputusan ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026. Inpres tersebut mengatur pengadaan dan pengelolaan gabah/beras dalam negeri serta penyaluran cadangan beras pemerintah untuk tahun 2026 hingga 2029.
“HPP gabah kering panen ditetapkan tetap di angka Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas gabah yang telah mencapai usia panen di tingkat petani,” ungkap Amran dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 7 April.
Target Pengadaan Gabah
Inpres ini juga menetapkan target pengadaan gabah yang setara dengan beras untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak empat juta ton selama tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui instruksi ini, berkomitmen untuk menjaga ketersediaan stok CBP nasional. “Ketahanan pangan yang berkelanjutan, khususnya terkait stok cadangan beras pemerintah, akan semakin diperkuat,” tambahnya.
Manfaat Penyaluran Cadangan Beras
Penyaluran CBP diharapkan dapat digunakan untuk berbagai program penting, seperti:
- Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
- Pasar umum
- Bantuan pangan
- Tanggap darurat bencana
- Program kepada aparatur sipil negara (ASN)
Selain itu, cadangan beras ini juga mendukung program pemenuhan gizi nasional, koperasi desa/kelurahan, serta kolaborasi internasional dalam bidang bantuan pangan.
Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah
Amran mencatat bahwa saat ini, stok CBP berada pada level tertinggi dalam sejarah Indonesia, mencapai 4,6 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan stok CBP pada awal April 2024 yang hanya sekitar 740,7 ribu ton. Ini semua merupakan hasil dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto.
Jika dibandingkan dengan stok CBP pada awal April 2025, terdapat peningkatan sebesar 85,6 persen. Stok CBP pada minggu pertama April 2025 tercatat sebanyak 2,42 juta ton. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional yang semakin membaik.
Strategi Menghadapi Tantangan Pangan
Amran optimis bahwa dengan stok CBP yang kuat, tantangan yang dihadapi, termasuk dampak dari fenomena El Nino yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, dapat diatasi. Ketersediaan beras yang mencukupi menjadi kunci dalam menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks.
Pemerintah pun memastikan bahwa instrumen HPP gabah kering panen tetap di angka Rp6.500 per kilogram. Ini merupakan langkah strategis untuk melindungi harga gabah petani agar tidak jatuh saat masa panen. “Kesejahteraan petani harus menjadi perhatian utama pemerintah,” tegas Amran.
Pentingnya Kesejahteraan Petani
Amran menekankan bahwa dengan menjaga HPP di level yang telah ditetapkan, kesejahteraan petani akan mengalami peningkatan yang signifikan. “HPP untuk gabah ditetapkan di Rp6.500. Peningkatan kesejahteraan petani ini adalah yang tertinggi sejak Indonesia merdeka,” tuturnya.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan sektor pertanian di Indonesia dapat berkembang pesat, dan petani mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil panen mereka. Stabilitas harga dan ketersediaan beras yang terjaga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.




