MUI Desak Pemerintah Tangani Penyebaran Pengemis Musiman Secara Profesional dan Humanis

Dari Jakarta, datang suara kuat dari Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Siti Ma’rifah, yang mendesak pemerintah untuk merancang strategi preventif dan penertiban yang efektif dalam mengatasi penyebaran pengemis musiman menjelang Idul Fitri 1447 H.
Pentingnya Pendekatan Preventif dan Penertiban
Siti Ma’rifah menekankan pentingnya penanganan isu pengemis musiman ini dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Dia berpendapat bahwa pemerintah harus fokus pada langkah-langkah preventif, tidak hanya penertiban saja.
“Pendidikan mental anak tentang konsep memberi, bukan hanya meminta, adalah salah satu langkah preventif yang penting,” jelas Siti Ma’rifah saat berbicara di Jakarta.
Mengubah Mentalitas dan Prinsip Anak
Berfokus pada prinsip dan mentalitas anak, Siti Ma’rifah menambahkan bahwa nilai-nilai Islam harus menjadi landasan dalam pendidikan anak. Dia percaya bahwa mengajarkan anak untuk menjadi pemberi, bukan peminta, adalah langkah penting dalam mencegah eksploitasi anak sebagai pengemis musiman.
Walau demikian, Siti Ma’rifah menegaskan bahwa semua pihak harus berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah ini, terutama dalam upaya mengentaskan kemiskinan, yang menjadi akar dari permasalahan penyebaran pengemis musiman.
Mengatasi Akar Masalah dan Penyebaran Pengemis Musiman
“Jika akar masalah kemiskinan ini tidak ditangani, situasi ini akan terus berulang. Jadi, pendekatan mental dan penyelesaian akar masalah kemiskinan harus dilakukan secara bersamaan,” kata Siti Ma’rifah.
Menyuarakan keprihatinannya, Siti Ma’rifah menjelaskan bahwa anak-anak sering kali dieksploitasi untuk menjadi pengemis musiman. Untuk itu, dia mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini.
Pendekatan Lintas Sektoral dalam Penanganan Masalah
“Penanganan masalah ini tidak hanya soal penertiban, tapi juga pembinaan, mengingat anak-anak ini dieksploitasi, bukan atas keinginan mereka sendiri. Oleh karena itu, pendekatan lintas sektoral merupakan hal yang sangat penting,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, telah menginstruksikan jajarannya untuk menertibkan pengemis dan manusia gerobak di ibu kota selama bulan Ramadhan.
“Ini bukanlah gambaran yang baik untuk kota global. Alhamdulillah, situasi jalanan saat ini tidak seperti biasanya,” ungkap Pramono.
Namun, ia juga menekankan pentingnya penegakan peraturan daerah dengan sikap yang tegas tapi humanis, profesional, dan tanpa diskriminasi. Ini menjadi harapan semua pihak dalam penyelesaian masalah pengemis musiman ini.



