— Paragraf 1 —
JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan sampai dengan saat ini belum ada temuan kasus positif campak di Jakarta.
— Paragraf 2 —
“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).
— Paragraf 3 —
Dia mengatakan meskipun kasus campak di Jakarta masih nihil, namun penyakit tersebut sudah ada di beberapa daerah di sekitar ibu kota.
— Paragraf 4 —
Untuk itu, dia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit tersebut, terutama pada momen Idul Fitri nanti.
— Paragraf 5 —
“Lebaran, ketika ramai, biasanya banyak berinteraksi antara satu dengan yang lain. Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi, bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar,” ungkap Ani.
— Paragraf 6 —
Walaupun saat ini kasus campak masih belum ditemukan di Jakarta, dia menyebutkan pihaknya masih melakukan pemantauan secara terus menerus atau surveilans.
— Paragraf 7 —
Apabila ditemukan ada yang bergejala, maka Dinkes DKI segera memeriksakannya ke laboratorium.
— Paragraf 8 —
“Ada beberapa lokasi faskes (fasilitas kesehatan) yang menjadi lokasi surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI)-nya. Nanti yang memang kami temukan yang bergejala, kita cek di laboratorium,” jelas Ani.
— Paragraf 9 —
Pada September 2025, Dinkes DKI mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian. Kasus tersebut ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.
— Paragraf 10 —
Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.
— Paragraf 11 —
Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen.