— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Tak ada lagi canda dan kebersamaan Lebaran bagi warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
— Paragraf 2 —
Tahun ini, suasana hari raya diwarnai duka mendalam saat mereka menghabiskan waktu dengan berdoa di makam para korban longsor.
— Paragraf 3 —
Suasana haru terasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barunyatuh, tempat puluhan korban dimakamkan.
— Paragraf 4 —
Sejak pagi, warga berdatangan untuk berziarah, membersihkan area makam, mencabuti rumput liar, hingga menaburkan bunga di atas pusara.
— Paragraf 5 —
Tangis dan lantunan doa mengiringi prosesi ziarah. Para peziarah juga tampak membaca surat Yasin sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang telah berpulang.
— Paragraf 6 —
Sedikitnya 28 korban meninggal dunia akibat bencana longsor dimakamkan di lokasi tersebut. Ziarah usai Idulfitri tahun ini terasa berbeda karena dipenuhi kenangan duka yang masih membekas di hati warga.
— Paragraf 7 —
Salah seorang peziarah, Eha (41), mengaku kehilangan empat anggota keluarganya dalam peristiwa tersebut, yakni kakaknya Imas, suaminya Dadang, serta dua anak mereka, Pipin Kuswandi dan Andri.
— Paragraf 8 —
“Saya kehilangan kakak, suaminya, dan dua anaknya. Biasanya Lebaran kami kumpul, makan bersama, bercanda. Sekarang hanya bisa mendoakan,” ujarnya lirih.
— Paragraf 9 —
Ia mengaku telah berusaha mengikhlaskan kepergian keluarganya, meski rasa kehilangan masih sangat terasa, terlebih di momen Idulfitri.
— Paragraf 10 —
“Saya ikhlas. Sekarang hanya bisa mendoakan untuk keluarga saya,” imbuhnya.
— Paragraf 11 —
Sementara itu, Dana (63), warga sekitar TPU Kampung Barunyatuh, mengatakan masih terdapat sembilan makam korban longsor yang belum diketahui identitasnya. Meski tanpa keluarga, makam tersebut tetap dirawat dan diziarahi warga.
— Paragraf 12 —
“Kami tetap mendoakan dan merawat makam yang belum diketahui identitasnya. Karena tidak ada keluarga yang datang, warga di sini yang berziarah,” kata Dana.
— Paragraf 13 —
Ia menambahkan, sebelumnya terdapat 10 jenazah yang belum teridentifikasi. Namun, satu di antaranya telah dikenali dan dibawa pihak keluarga, sehingga kini tersisa sembilan makam tanpa identitas.
— Paragraf 14 —
“Sekarang tinggal sembilan makam yang belum diketahui identitasnya. Kami sebagai warga tetap mendoakan, menyiram, dan menaburkan bunga di sana,” tandasnya. (Wit)
