Denada Mengungkap Identitas Ayah Kandung Ressa Rossano Secara Terbuka

Jakarta – Penyanyi Denada Tambunan akhirnya berbagi cerita mengenai sosok ayah kandung Ressa Rizky Rosanno. Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di siniar Spill the Tea di YouTube Feni Rose pada Senin, 16 Maret 2026, Denada membuka tentang keputusan yang diambil oleh ayah Ressa. Dengan tegas, ia menyampaikan bahwa ketidakberdayaan dari pihak ayah Ressa menjadi salah satu alasan utama dalam situasi yang dihadapinya. Meskipun begitu, Denada tetap memilih untuk melanjutkan kehamilan dan melahirkan Ressa dengan cinta dan kasih sayang yang mendalam. “Ressa itu enggak dibuang. Aku mengandung dia dan melahirkan dia dengan penuh kasih sayang,” ungkapnya saat berbicara dengan Feni Rose.

Perjuangan Emosional Selama Kehamilan

Selama wawancara tersebut, Denada juga mengungkapkan perjalanan emosional yang harus dilalui saat menghadapi kehamilan tanpa adanya dukungan dari pasangan. Ia merasa bahwa pandangan masyarakat terhadap kehamilan di luar pernikahan telah berubah signifikan dibandingkan beberapa tahun yang lalu. “Saya melihat sekarang masyarakat kita mungkin sudah jauh lebih bisa permisif terhadap itu [kehamilan di luar nikah]. Tapi sekian puluh tahun yang lalu, keadaannya jauh berbeda,” tambahnya, menunjukkan pergeseran nilai sosial yang terjadi di masyarakat.

Refleksi Terhadap Sikap Ayah Ressa

Denada juga menegaskan bahwa ia tidak merasa perlu untuk menyalahkan sikap ayah Ressa, meskipun ia merasakan bahwa pasangannya pada waktu itu tidak menunjukkan keseriusan atau komitmen yang layak. “Aku enggak menyalahkan (sikap ayah kandung Ressa),” ujarnya, mencerminkan sikap dewasa dan pemahaman terhadap situasi yang dihadapinya.

Pentingnya Dukungan Keluarga

Dalam siniar tersebut, Denada menceritakan bagaimana ia awalnya menyembunyikan kehamilannya dari ibunya, Emilia Contessa. Keberanian untuk akhirnya mengungkapkan kondisi tersebut muncul setelah beberapa bulan kehamilan. Awalnya, ia sangat berkomitmen untuk membesarkan Ressa seorang diri. Namun, sang ibu memberikan pandangan yang berbeda mengenai pentingnya kehadiran sosok ayah dalam kehidupan anak. Ini mendorong Denada untuk mempertimbangkan opsi agar Ressa tumbuh dalam lingkungan keluarga yang lebih lengkap.

Berkomitmen pada Tanggung Jawab Sebagai Ibu

Denada menekankan bahwa meski situasi yang dihadapinya tidak ideal, ia tidak pernah melepaskan tanggung jawab sebagai seorang ibu. Ia secara diam-diam mengikuti perkembangan Ressa melalui ibunya, sebagai bentuk kasih sayang yang mendalam. “Ressa akan tumbuh di satu keluarga, rumah tangga di mana dia akan melihat ada sosok bapak, ibu. Dia akan disayang semua orang,” tutupnya, menunjukkan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya.

Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan

Pengalaman Denada dalam menjalani kehamilan yang tidak biasa ini menggambarkan betapa kompleksnya dinamika keluarga dan peran yang dimainkan oleh seorang ibu. Dengan segala tantangan yang dihadapi, ia berhasil mengubah situasi sulit menjadi kesempatan untuk memberikan kasih sayang dan dukungan yang kuat kepada Ressa. Denada berharap bahwa Ressa akan tumbuh menjadi individu yang bahagia dan seimbang, meskipun tanpa kehadiran sosok ayah di sampingnya.

Di tengah perjalanan yang penuh liku ini, Denada menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, cinta dan komitmen seorang ibu dapat mengatasi banyak hal. Dengan adanya dukungan dari keluarga, terutama dari sang ibu, ia yakin Ressa akan memiliki masa depan yang cerah. “Keluarga adalah segalanya,” tuturnya, menegaskan pentingnya lingkungan yang penuh cinta bagi pertumbuhan anak.

Melalui kisah ini, Denada juga menyampaikan pesan penting kepada para ibu yang mungkin menghadapi situasi serupa, bahwa meskipun jalan yang dilalui tidak selalu mulus, cinta dan keteguhan hati akan selalu menjadi kunci dalam membesarkan anak. Setiap anak berhak mendapatkan cinta dan perhatian, terlepas dari latar belakang keluarganya.

Pentingnya Kesadaran Sosial

Dalam konteks yang lebih luas, Denada mengajak masyarakat untuk lebih terbuka dan memahami tentang kehamilan di luar nikah dan situasi yang dihadapi oleh para ibu. Dengan meningkatnya kesadaran sosial, diharapkan masyarakat dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada mereka yang berada dalam situasi serupa. “Kita perlu lebih empatik dan memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik,” ungkapnya.

Melalui pengalamannya, Denada ingin mendorong lebih banyak orang untuk berbicara tentang isu-isu yang sering kali dianggap tabu. Dengan mengangkat topik ini ke permukaan, diharapkan dapat mengurangi stigma yang ada dan memberikan dukungan yang lebih pada para ibu yang mungkin merasa tertekan atau tidak diterima oleh masyarakat.

Denada berharap bahwa dengan mengungkapkan kisahnya, ia bisa memberikan inspirasi dan harapan bagi banyak orang, terutama para ibu yang berjuang sendirian. “Setiap ibu memiliki kekuatan untuk mengubah hidup anaknya. Kita harus percaya bahwa kita bisa memberikan yang terbaik bagi mereka,” tegasnya, menutup perbincangan dengan penuh keyakinan.

Exit mobile version