Arus Kendaraan di Jalan Basuki Rachmat Jaktim Meningkat Pasca Libur Lebaran

Jakarta – Pasca libur panjang Lebaran 2026, arus kendaraan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, mengalami peningkatan yang signifikan, menyebabkan terjadinya kemacetan yang cukup parah. Fenomena ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah libur panjang. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan, khususnya di jalan-jalan utama, situasi lalu lintas menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara.
Situasi Arus Kendaraan di Jalan Basuki Rachmat
Di hari pertama masuk kerja setelah libur, pengendara sepeda motor seperti Hasan (36) mengungkapkan telah bersiap menghadapi kemacetan dengan berangkat lebih awal. “Saya sudah tahu pasti hari ini akan macet, jadi saya berangkat lebih pagi untuk menghindari keterlambatan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Timur.
Hasan menambahkan bahwa Jalan Basuki Rachmat adalah jalur utama yang ia lalui untuk mencapai Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Meskipun telah berupaya mengatur waktu keberangkatannya, tetap saja ia harus berhadapan dengan kemacetan yang sudah menjadi hal biasa di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang.
Kondisi Lalu Lintas yang Padat
Hal senada juga diungkapkan oleh Kevin (30), seorang pengendara lain yang melintas di area Jatinegara. “Kondisi jalan mulai macet, dan banyak pengendara yang berangkat kerja atau mengantar anak ke sekolah. Ini adalah situasi yang harus dihadapi,” ungkapnya.
Kevin menyoroti bahwa pada hari ini, banyak aktivitas masyarakat yang kembali normal, baik itu untuk bekerja maupun bersekolah. Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk mengatasi kemacetan, terutama yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dari arah Bekasi menuju Jakarta.
Pentingnya Solusi Jangka Panjang
Masyarakat menganggap bahwa solusi yang bersifat jangka panjang sangat diperlukan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang berulang setelah masa libur panjang. Kevin menegaskan pentingnya kehadiran petugas lalu lintas yang lebih banyak untuk mengatur arus kendaraan agar tidak semakin parah. “Kemacetan di Jakarta semakin meningkat, jadi perlu ada tindakan nyata dari pemerintah,” tegasnya.


