Jakarta Timur Dilanda Banjir, Kali Cipinang Meluap 1,7 Meter, Evakuasi Ibu Hamil dan Balita di Ciracas

Jakarta – Hujan lebat yang mengguyur kawasan hulu sejak sore hari pada Sabtu (21/3) telah menyebabkan Kali Cipinang meluap, yang berakibat pada terjadinya banjir di sembilan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang tinggal di area rawan banjir, termasuk ibu hamil dan balita yang memerlukan penanganan khusus.
Banjir yang Tidak Biasa
Banjir kali ini dianggap luar biasa karena genangan air bertahan lebih dari tiga jam, dengan ketinggian mencapai 1,7 meter di beberapa lokasi, termasuk di Kelurahan Cibubur. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem drainase dan kapasitas penampungan air di wilayah tersebut.
Evakuasi Warga Rentan
Dalam situasi darurat ini, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi warga-warga yang paling rentan, termasuk bayi dan ibu hamil, ke tempat yang lebih aman. Upaya ini sangat penting untuk melindungi mereka dari risiko kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi yang membahayakan.
Penyebab Banjir
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. Curah hujan yang tinggi di daerah hulu, terutama di Cimanggis, Depok, menyebabkan volume air yang sangat besar mengalir ke Kali Cipinang, sehingga tidak mampu menampung seluruhnya.
Wilayah Terdampak
Di Kecamatan Ciracas, terdapat empat kelurahan yang dilintasi oleh Kali Cipinang dan mengalami banjir. Keempat kelurahan tersebut adalah:
- Kelurahan Cibubur
- Kelapa Dua Wetan
- Ciracas
- Rambutan
Genangan air melanda sembilan RW di kawasan ini, dengan rincian sebagai berikut:
- Kelurahan Cibubur: RW 05 dan RW 06
- Kelurahan Kelapa Dua Wetan: RW 02, RW 09, dan RW 11
- Kelurahan Ciracas: RW 04 dan RW 05
- Kelurahan Rambutan: RW 01 dan RW 03
Waktu dan Durasi Banjir
Menurut Panangaran, air mulai meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan di wilayah ini dapat surut dalam waktu kurang dari dua jam. Namun, pada kejadian kali ini, air masih belum surut hingga lebih dari tiga jam setelah meluap.
Faktor Penyebab Genangan
Belum surutnya genangan air diperkirakan disebabkan oleh tingginya debit air dari wilayah hulu serta kapasitas Kali Cipinang yang tidak mencukupi untuk menampung volume air yang masuk. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut.
Monitoring dan Imbauan
Pihak pemerintah setempat bersama dengan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan, terutama di daerah yang paling terdampak. Panangaran mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Edukasi tentang tindakan yang harus diambil saat banjir juga perlu disebarluaskan agar masyarakat lebih siap dan waspada.
Ke depannya, perlu adanya upaya sistematis untuk meningkatkan infrastruktur drainase dan penampungan air di Jakarta Timur, sehingga kejadian serupa dapat dihindari. Hal ini tidak hanya akan melindungi warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup di daerah tersebut.



